Sebagai perusahaan dengan kebutuhan komunikasi yang tinggi dan terstruktur, Indopremier sebelumnya menggunakan sistem IP PBX Asterisk dengan arsitektur multi-server. Infrastruktur yang digunakan terdiri dari 4 server terpisah (2 server di Head Office dan 2 server di Branch), sehingga manajemen sistem menjadi kompleks dan kurang efisien.
Untuk menyederhanakan arsitektur, meningkatkan stabilitas, serta mengoptimalkan distribusi SIP Trunk, Indopremier memilih 3CX sebagai solusi IP PBX modern yang lebih terpusat dan terkelola dengan baik.
Tantangan
Sebelum menggunakan 3CX, Indopremier menghadapi beberapa tantangan utama:
- Keterbatasan Kontrol & Akses: Seluruh server PBX dikelola sepenuhnya oleh vendor. IndoPremier hanya diberikan akses terbatas sebatas web admin, sehingga tidak memiliki kendali penuh atas infrastruktur mereka sendiri.
- Kurangnya Dukungan Vendor: Minimnya support yang disediakan oleh vendor lama membuat tim internal kesulitan saat membutuhkan konsultasi teknis atau penyelesaian masalah mendalam.
- Kompleksitas Infrastruktur: Pengelolaan 4 server terpisah antara Head Office dan Branch menciptakan hambatan dalam monitoring dan sinkronisasi.
- SIP Trunk Belum Terpusat: Distribusi saluran telepon belum terintegrasi secara efisien antar cabang.
- Mekanisme Failover: Sistem lama belum memiliki fitur failover yang optimal untuk menjamin kelangsungan komunikasi saat terjadi gangguan
Arsitektur lama memiliki kompleksitas tinggi pada sisi infrastruktu, terutama dalam hal pengelolaan 4 server, monitoring, dan mekanisme failover. Namun di sisi lain, sistem yang digunakan relatif sederhana dan bersifat to the point, sehingga dalam operasional sehari-hari tetap dapat digunakan dan dikelola dengan cukup mudah oleh tim internal.
Solusi IP PBX dari Solusipbx.com
Dengan mengimplementasikan 3CX, Indopremier berhasil menyederhanakan arsitektur sistem komunikasi dari multi-server kompleks menjadi sistem yang lebih terstruktur dan efisien, juga mengambil alih kendali penuh atas sistem komunikasi mereka melalui solusi yang lebih modern dan mandiri.
SIP Trunk kini dapat dikelola secara terpusat di Head Office, sementara distribusi ke Branch dilakukan melalui mekanisme bridge yang lebih stabil dan terkontrol. Hal ini mengurangi kompleksitas routing dan meningkatkan efisiensi manajemen trunk.
Menghilangkan ketergantungan pada vendor pihak ketiga dengan sistem yang lebih mudah dikelola secara internal namun tetap memiliki fitur profesional. 3CX juga mendukung mekanisme High Availability dan failover otomatis, sehingga apabila terjadi gangguan pada server utama, sistem dapat berpindah ke server cadangan secara otomatis dan membuat sistem inti PBX tetap berjalan dengan failover yang andal.
Untuk menjaga keamanan dan keberlangsungan data, konfigurasi serta recording dilakukan backup terjadwal ke storage external, memastikan kesiapan sistem apabila terjadi gangguan.
Hasil yang Dicapai
Setelah menggunakan 3CX, Indopremier memperoleh berbagai manfaat strategis, antara lain:
- Penyederhanaan arsitektur dari 4 server menjadi sistem yang lebih efisien
- Centralized SIP Trunk di Head Office dengan distribusi terkontrol ke Branch
- Manajemen sistem yang lebih sederhana dan mudah dimonitor
- Mekanisme failover otomatis pada level PBX
- Backup sistem terjadwal ke storage external
- Stabilitas dan skalabilitas yang lebih baik dibanding sistem sebelumnya
Dengan 3CX, Indopremier kini memiliki sistem komunikasi yang lebih terpusat, stabil, dan mudah dikelola, serta siap mendukung kebutuhan operasional perusahaan secara berkelanjutan.
“Setelah penggunaan selama bertahun-tahun, 3CX telah membuktikan kualitasnya sebagai solusi IP PBX yang andal bagi IndoPremier:
- Stabilitas Teruji: Sistem terbukti sangat stabil dan hingga saat ini tidak pernah mengalami kendala berarti dalam operasional jangka panjang.
- Ekosistem Support Unggulan: Salah satu nilai tambah terbesar adalah support system yang sangat responsif, cepat dalam menangani keluhan, serta memberikan informasi yang solutif.
- Efisiensi Manajemen: Pengelolaan sistem menjadi jauh lebih mandiri, mudah dimonitor, dan memiliki skalabilitas yang lebih baik.”
Suluh Adisetya – CO-Head IT Indopremier




